Boredom

Pernahkah saya bosan kerja kantoran? Tentu.

Waktu di rumah, pernahkah saya bosan kerja rumahan? Tentu juga.

Pada dasarnya manusia memang suka tidak puas.  Sudah dapat apel, pingin jeruk. Dapat jeruk, pingin anggur. Dapat anggur, pingin apel lagi.

Image result for bored cartoon

Begitu pula waktu di tempat kerja, kadang saya tidak bisa menghindari rasa bosan karena rutinitas.  Padahal pekerjaan saya sudah cukup menyediakan variasi.  Tapi setelah sekian tahun berkecimpung di industri yang sama, sekali-sekali saya akan ketemu kerjaan yang itu lagi, dengan metode yang ini lagi.  Bahkan rutinitas pergi ke kantor 8-5 setiap hari cukup untuk memicu rasa bosan.

Kadang saya berpikir, seandainya saya kembali kerja di rumah, tidak formal di kantor lagi, apakah rasa bosannya berkurang? Apalagi belakangan banyak yang mempropagandakan do what you love, atau be your own boss, atau follow your dream dan semacamnya.  Benarkah jika saya kerja sendiri, melakukan apa yang saya mau, maka rasa bosan akan hilang? Mungkin saja.  Tapi mungkin juga tidak.  Sifat pekerjaan serta tantangan-tantangan ketika bekerja sendiri bisa jadi tidak pas dengan karakter dan kondisi saya.  Bisa jadi saya pun akan bosan karena berhadapan dengan tantangan yang itu-itu lagi.

Belum lama ini, pak Boss cerita tentang omong-omong dengan teman-temannya di group bapak-bapak.  Dia bilang, pekerjaan – apa pun itu, entah secara formal maupun informal – seharusnya memiliki dampak positif bagi orang lain.

Benar juga ya? Bayangkan jika tujuan kita bekerja hanya untuk mengejar posisi, atau mendatangkan reward secara finansial tok – betapa keringnya hidup kita.  Tapi ketika kita tahu bahwa yang kita lakukan bermanfaat bagi orang lain, di situlah kita bisa mengatasi kebosanan dan punya semangat untuk kerja setiap hari.     

Yuk kerja!

Advertisements